Kenapa Jadi Kurus?

Tubuh dapat mengalami penurunan berat badan yang signifikan saat tubuh mulai memproses dan menghilangkan semua lendir (mucus), yang mencakup juga di dalamnya adalah limbah asam, zat kimia asing, hasil fermentasi makanan, dan semua sampah yang telah dikumpulkan selama beberapa dekade kehidupan.
Detoksifikasi berbeda dengan diet rendah kalori dan sejenisnya.
∆ Makanlah buah-buahan ketika lapar tanpa perlu menghitung gula dan kalorinya.
∆ Tidak ada kwajiban untuk olahraga berat yang dapat memboroskan energi sel.
∆ Kita bahkan bisa tetap mencapai kesehatan tanpa harus melakukan puasa yang panjang, karena pada “penyakit” tertentu sulit untuk melakukannya.
Fokus kita adalah pembersihan, mengangkat “beban tubuh” yaitu simpanan limbah beracunnya…
Penurunan berat badan ini fase yang umum terjadi selama masa pembersihan tubuh sebelum akhirnya tubuh akan mengalami kenaikan berat badan menuju yang ideal.
Jadi pada dasarnya fase menjadi “kurus” ini hanyalah tanda bahwa tubuh sedang membersihkan dan tidak ingin menambah massa (berat) – ia ingin membersihkan simpanan limbah limbah lama dan jaringan yang lemah dan sekarat sebelum akhirnya meregenerasi.
Sebelumnya, mungkin kita masih mempertahankan berat badan karena tubuh kita bersifat asam dan tubuh menggunakan lemak untuk membungkus asam dan menyimpan racun. Sistem limfatik yang semakin banyak menampung limbah juga tentu saja menambah beban tersendiri.
Kembali ke pola makan alami selalu menghasilkan kembali ke berat badan yang sehat dengan MUDAH.
Masalah yang menghalangi detoks biasanya “ngidam” atau “craving”.
*** Fokus saja untuk membuat langkah-langkah kecil yang positif setiap hari menuju makanan yang lebih sehat, sehingga pada akhirnya dapat membuat perbedaan besar dalam hal “mengidam”. Itulah mengapa kami mengajarkan “Transisi”.
*** Fokus saja untuk menikmati makan sehat, berpikirlah bagaimana makanan sehat membuat tubuh akan merasakan manfaatnya, daripada selalu merasa seperti “kehilangan” makanan tidak sehat yang sebenarnya membahayakan tubuh.
Mencapai kesehatan adalah sebuah proses yang panjang dan menjaga kesehatan yang baik membutuhkan perawatan harian. Jadikan makanan sehat alami sebagai gaya hidup.
Jangan khawatir,
Tubuh kita ini cerdas. Dia tahu mana yg harus dibuang dan mana yg masih bisa dipertahankan. Tentunya semua sel dan jaringan yg sudah sekarat dan tidak bisa diperbaiki akan dibuang sebelum membangunnya kembali dengan bangunan yg lebih kokoh. Maka pada bab detoksifikasi dijelaskan, PENURUNAN BERAT BADAN adalah tanda bahwa detoks sedang BERJALAN.
Kembali memasukkan sampah, limbah (asam) ketika tubuh ingin bersih-bersih, itu tidak akan menyelesaikan masalah.
∆ Bagaimana jika menginginkan berat badan tidak cepat turun?
— Perlambat transisi, jangan banyak melakukan puasa, jangan hilangkan jadwal makan malam.
— Bisa saja langsung dominan mucusless dengan mengonsumsi buah sejak pagi hingga sore, makan malam didominasi sayuran mentah dan matang 50:40 dan sisanya untuk pati atau protein nabati.
— intermittent fasting (IF) jangan terlalu panjang. Cukup jeda 12jam dari makan malam
— Lakukan exercise yang melatih otot, namun jangan sampai kelelahan. Sesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, bahkan dapat dilakukan dalam kondisi berbaring di tempat tidur.
— Dalam kondisi vitalitas yang memadai, melatih otot adalah dengan menggunakan otot, tidak sampai kelelahan tetapi sampai pada titik tekanan ringan. Mengangkat sedikit lebih banyak dari yang dianggap mudah untuk diangkat, membuat tubuh tetap nyaman dan tubuh akan mendapat pesan bahwa ia membutuhkan lebih banyak otot untuk menutupi beban kerja yang dialami tubuh.
∆ Apakah nutrisi akan tercukupi dengan makan buah dan sayur?
— Buah dan sayuran mencukupi semua nutrisi yg dibutuhkan manusia. Justru makanan olahan adalah makanan yg sudah kehilangan banyak unsur nutrisi karena makanan tsb telah mengalami denaturasi melalui proses pemanasan.
Apapun itu, untuk menjadi makanan, harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk:
1. Pertumbuhan dan perbaikan,
2. Untuk produksi kalori dan energi,
3. Untuk produksi sekresi,
4. Untuk menjaga darah, dan
5. Untuk eliminasi limbah (asam).
Jadi, jika pada akhirnya budaya diet tsb menyebabkan penyakit, artinya unsur-unsur di atas tidak dipenuhi.
Unsur-unsur makanan juga harus dalam bentuk yang:
1. Dapat diasimilasi oleh tubuh,
2. Harus dapat dicerna, dan,
3. Jika tidak ingin merugikan, maka harus bebas dari limbah atau zat beracun (residu asam) di akhir metabolismenya.
Mengenai bagaimana cara makan yang benar agar terpenuhi syarat-syarat di atas, silakan mempelajari postingan POLA MAKAN DASAR.
∆ Bagaimana jika sudah kurus sebelum menjalankan pola makan TM?
Manusia yang sehat memang memiliki postur yang ramping dengan sendirinya. Tapi tubuh yang ramping juga belum tentu sehat.
— Orang dengan gejala eliminasi serius seperti bronkitis, Tb paru, batuk berkepanjangan, dsb biasanya fungsi metabolismenya menurun penyerapan makanan terganggu sehingga sulit untuk membuat kenaikan berat badan.
— Tubuh yang kurus juga dialami oleh mereka yang memiliki malfungsi organ dan kelenjar seperti hippertiroidisme, sindrom iritasi usus besar (IBS), maagh kronis, diabetes, dll. Sehingga, biasanya sebanyak apapun makan tidak bisa gemuk dan cinderung kurus. Kalaupun bisa, apakah itu nutrisi yang optimal, atau menyumbang fermentasi dan limbah?
∆ Fokus saja dulu untuk memperbaiki metabolisme dengan memilih makanan alami dan sederhana sesuai tahapan TRANSISI, serta berpuasa bila mampu. Bukan dengan makan makanan yang rumit, yang hanya akan membuat sistem metabolisme harus selalu bekerja keras dan boros energi, sehingga tidak ada kesempatan untuk melakukan perbaikan. Penyembuhan adalah tentang energi (kelistrikan) tubuh.
Ketika tubuh mulai dibersihkan dari beban limbahnya, maka tubuh pun ingin membangun kembali dan memperbaiki. Jadi, kalau kita mengonsumsi makanan alami, maka kita harus melewati tahap pembersihan terlebih dahulu dan kemudian tubuh akan membentuk jaringan yang baru.
∆ Kalau lapar bagaimana?
Ya makan lagi sesuai juklak. Misalnya lapar pada jam buah ya makan buah lagi…
— Tidak ada aturan harus berpuasa jika tidak mampu. Secara teknis disesuaikan dg kesiapan dan kondisi masing-masing individu.
NAMUN, makan setiap 1-2 jam sekali akan sangat melelahkan pencernaan dan tentu melelahkan tubuh sehingga memboroskan energi vital yang seharusnya dapat digunakan untuk penyembuhan. Buatlah skala lapar secara mandiri dari angka 1-10.
∆ Apakah cukup protein?
Mengonsumsi makanan yang cukup, diperlukan untuk mempertahankan energi untuk membentuk otot, dan kalori tersebut harus berasal dari karbohidrat untuk membentuk otot, bukan protein.
Tubuh hanya membutuhkan sejumlah kecil asam amino (protein) yang semuanya terdapat dalam buah-buahan yang kita makan. Tubuh membutuhkan energi dalam jumlah besar. Dan itu berbahan bakar gula (karbohidrat)
Dalam keadaan puasa atau lapar, tubuh akan mengautolisis sel dan jaringan yang rusak untuk diubah menjadi unsur nutrisi.
— lebih lengkap mengenai protein, dapat dibaca pada postingan “Mitos Protein”
∆ Mungkin berat badan akan turun dalam periode tertentu selama penyembuhan, namun seharusnya ini bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.
Ketika sehat, tubuh kita akan menjaga berat badan yang sehat. Tapi kebanyakan orang sudah terbiasa melihat badan yang lebih “bengkak” yang gemuk sehingga mereka tidak tahu seperti apa berat badan yang sehat itu.
Mungkin, selama puluhan tahun tubuh telah menggunakan hampir semua jaringan lemak untuk membungkus zat beracun dan limbah kita. Hal yang wajar ketika detoksifikasi berjalan, racun-racun yang disimpan ini akan dibuang dan menyebabkan turun berat badan.
Sistem limfatik yang penuh kotoran dari ujung kepala hingga kaki, yang bahkan jumlahnya hampir 3x lebih besar dari sistem darah juga secara bertahap dibersihkan. Maka hal normal jika berat badan menjadi turun.
==> Berat badan akan kembali pada titik ideal ketika sel-sel tubuh telah mampu menyerap nutrisi dengan baik. Banyak member telah membuktikannya sendiri…

Ibu Yanie Utomo, dengan riwayat Kanker Payudara

Ibu Zuninursiyam, dengan riwayat Autoimun psoriasis, dll

Pak Eko, riwayat diabetes mellitus.
Dengan memperbaiki pola makan, maka artinya telah mengurangi memasukkan limbah asam tambahan, dan kapasitas energi harian yang biasanya habis untuk mencerna makanan yang rumit dapat dialokasikan untuk pembersihan, penyembuhan dan perbaikan.
Peredaran darah pun menjadi bersih dan nutrisi bisa dialirkan dengah lebih baik ke setiap sel. Sehingga, tubuh akan semakin sehat karena sel dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
∆ Sekali lagi, itu semua adalah proses. Tubuh melewati banyak fase, tahapan, dan reaksi kimiawi saat membersihkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih sehat. Kemudian ketika tubuh selesai membangun kembali fondasi dan menghilangkan semua bagian yang rusak, ia mulai membangun kembali dirinya sendiri dengan bahan-bahan baru yang lebih canggih. Namun satu hal, tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Inilah sebabnya mengapa di komunitas ini sangat penting untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang berpikiran sama, mencintai tanpa syarat, tidak menghakimi, maka tujuan menuju kesehatan itu insya Allah menjadi lebih mudah untuk dicapai.
Semangat sehat !
Kata mereka tentang kurus:










