Desain Manusia secara Anatomi dan Fisiologi Mempengaruhi Pola Makannya.

Secara anatomi & fisiologi, sistem pencernaan manusia paling mendekati frugivora (frugivore). Oleh karena itu, makananlah yang paling sesuai desain kita. Apa pun selain makanan yang sesuai secara fisiologis terutama jika dimakan secara tamak, lambat laun akan menyebabkan kerusakan yang berkelanjutan.
Konsumsi makanan yang tidak sesuai secara fisiologi adalah PENYEBAB gastroenteritis dan semua masalah usus sehingga satu-satunya cara untuk membalikkan penyakit apa pun adalah menghilangkan penyebabnya.
Tidak ada manusia omnivora, atau manusia karnivora, atau manusia herbivora.
‼️ Mengatakan satu diet tidak berhasil untuk semua orang sama saja dengan mengatakan diet herbivora tidak berhasil untuk setiap kuda, atau diet karnivora tidak berhasil untuk setiap kucing ketika diet yang dirancang untuk dicerna oleh tubuh mereka adalah hal yang sangat penting yang akan memungkinkan tubuh untuk menyembuhkan.
Bahkan pemeriksaan anatomi manusia oleh para peneliti telah memperjelas fakta itu.
Tidak ada laporan jujur tentang orang yang gagal kesehatannya dengan mengikuti pola makan yang diciptakan alam untuk kita konsumsi, karena memang Itu hal yang tidak masuk akal.
Bahkan kita dapat meneliti atlet kelas dunia yang telah menerapkan pola makan seperti ini.
Kita harus menyadari bahwa, seperti semua contoh kebenaran dan Hukum Alam lainnya, kebenaran diet alami manusia bertentangan dengan keinginan para “ahli” yang ingin mengambil “keuntungan”. Populasi yang sehat secara fisik, memiliki pikiran jernih, mungkin merupakan ancaman bagi kekuasaan dan keuntungan mereka. Oleh karena itu, ada banyak pertentangan dan propaganda yang menentang kebenaran ini.
Sebagaimana semua bentuk serangan terhadap prinsip-prinsip dan hukum alam, maka cara terbaik untuk melawan serangan itu adalah dengan fokus pada kesederhanaan alam itu sendiri dan kembali ke sumber utamanya. Yaitu: Tubuh manusia.
Setiap organisme memiliki perilaku 100% sesuai dengan anatomi mereka, dalam segala hal. Termasuk cara mereka makan. Maka ada studi ilmu yang dinamakan studi anatomi komparatif. Sama sekali tidak ada cara untuk menyangkal hal itu.
Ini bukan tentang mana yang lebih baik dan mana yang tidak baik.
Pertanyaan tentang makanan apapun adalah tentang apa yang lebih sesuai dengan DESAIN tubuh manusia untuk dimetabolisme sebagai makanan.
Jelas, desain kita secara anatomi dan fisiologi paling mendekati sepeies frugavora dalam banyak aspek dibandingkan spesies lainnya (karnivira, herbivora, omnivora).
Anggaplah frugivore ini makanannya 3% daging (hewani) dan 97% dari nabati (buah lebih dominan dibandingkan sayuran).
Tapi saya rasa makan daging mentah itu bukan ide yang bagus untuk spesies kita, dan memasak adalah sesuatu yang merusak. Makan itu harus dengan enjoy, bukan dengan terpaksa dan kesedihan. Yakin akan berselera dengan makan daging mentah? Kalau bisa silakan saja.
Kita memasak daging karena memakan hewan hidup tidak menggugah selera. Namun begitu, baik daging mentah atau matang, bukanlah apa yang telah dirancang sebagai makanan pokok. OLEH KARENA ITU daging akan MENUNTUT LEBIH BANYAK ENERGI dari tubuh untuk diproses (mencerna) daripada buah-buahan dan sayuran berdaun lembut.
Daging adalah makanan yang KURANG EFISIEN, menyedot energi yang seharusnya bisa digunakan tubuh untuk penggantian dan perbaikan sel. Apalagi jika tidak di imbangi dengan banyak PUASA.
Alam ini diciptakan oleh-NYA tak pernah berbohong, dan selalu berjalan menurut hukum-hukumnya (sunatullah).
Jika kita ingin menyembuhkan tubuh, ada dua pilihan utama:
- Puasa dan kemudian kembali ke diet alami yang sesuai secara biologis, atau
- cukup kembali ke diet yang sesuai secara anatomi dan fisiologi.