Mitos tentang Gula Buah

Ketika ada orang yang menyebarkan ketakutan tentang gula buah, mereka menganggap bahwa gula rafinasi dan gula buah adalah gula yang sama dan memiliki sifat yang sama. Sehingga pada banyak kasus mengatakan untuk menghindari buah.

Buah adalah perpaduan unik dari fitonutrien yang menciptakan kehidupan…

Gula dalam buah BUKAN penyebab penyakit.

Gula buah TIDAK sama dengan sirup jagung fruktosa tinggi atau gula rafinasi.

Buah TIDAK membuat orang sakit…

Buah membuat tubuh terus berjalan dengan cara yang bahkan belum sepenuhnya dipahami oleh sains.

Manusia tidak dapat berfungsi sebagai manusia tanpa glukosa. Gula buah adalah bahan bakar otak, sistem saraf dan sel-sel di seluruh tubuh. Dan itu adalah bagian dari esensi kita, elemen dasar dari siapa kita.

Sel kita memang membutuhkan gula karena sel kita adalah karbon. Karena itulah mengapa makanan kita didominasi karbohidrat (gula).

Sebagai sel Karbon, mereka tentu butuh bahan bakar karbon. Jadi, semua sel, baik yang sehat maupun yang bersifat kanker, tetap menggunakan gula.

GULA RAFINASI memberi makan semua sel TETAPI juga menyebabkan kerusakan karena BERSIFAT ASAM BAGI TUBUH, yang pada saat yang sama akan mengikis mineral dalam tubuh kita untuk menyeimbangkan sifat asamnya tsb.

BUAH mengandung gula yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan bahan bakar bagi sel-sel, tetapi TIDAK membawa residu asam dan justru mengandung MINERAL ALKALI yang dibutuhkan untuk membantu menetralkan asam yang menyebabkan penyakit.

Jadi, gula rafinasi dan gula buah adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Gula rafinasi MERUSAK, sedangkan BUAH mendukung dalam penyembuhan.

Buah-buahan sudah mengandung asam amino (bahan pembangun protein dalam tubuh), asam lemak esensial (bukan lemak atau minyak yang tidak dibutuhkan tubuh) dan tentu saja gula sederhana (karbohidrat) yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang.

Sifat hidrasi buah memungkinkannya untuk memecah getah bening yang kental dan mengeras dan memindahkannya keluar dari saluran pembuangan tubuh yang meliputi ginjal, usus, kulit, dan lainnya.

Tubuh juga harus membersihkan dirinya dari sel-sel yang lemah, sekarat dan mati untuk membangun kembali dan menggantinya dengan sel-sel baru yang sehat. Buah mendukung dalam proses ini.

Apakah memakan lemak dan protein kompleks juga akan mendapatkan “GULA”?
Tentu saja. Lemak dan protein akan diubah menjadi gula juga pada akhirnya. Tapi melalui serangkaian proses yang rumit yang memboroskan energi dan menyumbang banyak residu asam. Itulah mengapa dalam diet berbasis protein & lemak dituntut untuk mampu menjalankan puasa setiap hari dan memperpendek jendela makan untuk mengejar “pembersihan rumah” dan mengumpulkan energinya kembali.

Ketika kita makan LEMAK,
tubuh harus mengubahnya menjadi GULA untuk BAHAN BAKAR.

Saat kita makan “PROTEIN”,
tubuh harus mengubahnya menjadi GULA untuk BAHAN BAKAR.

Ketika kita makan BUAH,
tubuh dengan mudah mendapatkan BAHAN BAKAR

Permudah tubuhmu dengan bahan bakar yang tidak membebaninya!
—> Buah-buahan

Gula/karbo merupakan bahan bakar bagi sel dalam melakukan semua fungsi tubuh.


Tinggal pilih, mau yang rumit/kompleks dengan segala konsekuensinya, atau yang cepat tapi minim beban?

Buah melebihi nutrisi makanan lain dan merupakan bagian penting dari bagaimana manusia mengatasi penyakit.

Namun, kebanyakan orang cenderung tidak sabar. Mereka dikondisikan untuk menginginkan “kenyamanan instan”.

Tapi, bantuan instan beruba obat, ramuan, hingga “makanan stimulan”, tidaklah menyembuhkan. Mereka hanya menutupi, menekan atau mengubur gejala lebih dalam ke dalam tubuh tanpa benar-benar mengembalikannya ke keadaan sehat alaminya…

….Pernahkah bertemu orang yang “sembuh” dari sakit kepala dengan meminum obat pereda nyeri? Tapi mengapa sakit kepala mereka sering kambuh?

….Pernahkah mengenal seseorang yang obat tekanan darah tingginya “menyembuhkan” dari tekanan darah tinggi sehingga mereka bisa menghentikan obat tersebut?

….Jika antibiotik benar-benar “menyembuhkan” infeksi”, lalu mengapa semakin banyak orang meminumnya, dan semakin mudah bagi mereka untuk mendapatkan “infeksi” lain?

….Pernahkah melihat seseorang yang rutin mengonsumsi obat penurun gula darah atau rutin suntik insulin dan penyakit diabetesnya sembuh?

….Pernahkah melihat obat sesak napas menyembuhkan penyakit asthma?

….Pernahkah dialysis (cuci darah) menyembuhkan gagal ginjal?

SEBALIKNYA, kami telah melihat pola makan yang didominasi oleh buah-buahan, serta rendah lemak & protein, benar-benar mendukung dalam mekanisme penyembuhan tubuh. Tentu dalam hal ini, buah harus dimakan dengan cara yang tepat.

Hipertensi, asthma, fatty liver, OBESITAS, berbagai tumor dan benjolan, kanker, hingga gagal ginjal…

Bahkan beberapa member Komunitas Terrain Model yang menderita DIABETES, bisa kembali bebas makan buah manis apa saja karena sudah sembuh!

Artinya, kami telah mengamati bahwa ketika seseorang menemukan program nutrisi dan gaya hidup yang benar-benar mengatasi akar penyebab sebenarnya dan ia tetap mengikuti program tersebut secara konsisten, mereka menjadi lebih baik.

Jangan takut buah, dan lihatlah kebenarannya….

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)