Setiap “serangan” yang dianggap sebagai penyakit hanyalah bukti tubuh yang “beracun”

Setiap penyakit akut merupakan upaya tubuh untuk membersihkan rumah, memperbaiki kesalahan internalnya dan menunjukkan kemampuan untuk melakukan hal ini jika tidak dihalangi oleh hal-hal yang mengganggu prosesnya. Sedangkan penyakit kronis adalah akibat dari kegagalan berulang kali dalam melakukan pembersihan rumah.
Setiap pilek dan flu hanyalah titik akhir dari kejenuhan tubuh dengan limbah dan segala jenis sampah.
Adakah obat yang dapat memberikan rasa dingin yang dapat meredakan rasa haus, yang dapat mengatasi kekurangan makanan, atau yang dapat menghilangkan penumpukan limbah?
Gagasan dunia kedokteran selalu menentang indikasi-indikasi alami ini, dengan alasan bahwa ilmu kedokteran disebut-sebut mengetahui lebih banyak tentang kebutuhan tubuh dalam menghadapi penyakit dibandingkan dengan alam yang membangun tubuh tersebut, sehingga ketika nafsu makan hilang, ketika tubuh mencari waktu untuk membersihkan rumah, justru obat diberikan untuk merangsang nafsu makan, atau menggodanya dengan hidangan lezat, dengan alasan bahwa memberi makan saat sakit diperlukan untuk menjaga kekuatan.
Mereka juga meranggapan bahwa jika ada muntah harus segera dilakukan tindakan untuk menghentikannya, jika ada diare harus segera diperiksa, jika ada sakit kepala gejala nyerinya harus diredakan, kalau tubuh berusaha membuang sampah melalui salah satu cara eliminasi maka mereka akan mengambilnya sebagai bukti adanya penyakit dan pengobatan berupaya menghilangkan gejalanya.
Jadi, setiap “serangan” yang dinamai sebagai penyakit hanyalah membuktikan keadaan tubuh yang penuh limbah/racun, dan tubuh sedang berupaya membersihkannya. Tidak ada “serangan” melainkan upaya pertahanan yang cerdas.
Menyalahkan kuman, virus, dan penularan, itu mudah. Namun hidup sehat dengan menjaga lingkungan internal (terrain) tetap bersih dan tidak menumpuk limbah, itu sulit.
ref: William Howard Hay, MD (1927)