Apa itu Terrain Model?

Apa itu Terrain Model?

  1. Terrain model tidak hanya mempelajari tentang pola makan, namun POLA MAKAN adalah hal paling penting. Bagaimana kita bisa mengajarkan terrain model sambil mengabaikan pola makan alami yang mempertahankan tubuh pada kondisi yang “bersih”?
    Terrain model membantah germ theory. Itu benar. Tetapi kita tidak bisa mengembalikan tubuh ke keadaan sehat, atau menjaga kesehatan tubuh, JIKA KITA salah memberi makan tubuh. Oleh karena itu POLA MAKAN ALAMI adalah inti dari terrain model, karena merupakan satu-satunya cara untuk menjaga tubuh tetap bersih dan berfungsi dengan baik. Karena fisiologi dan anatomi dengan jelas menunjukkan makanan alami manusia berupa dominan buah-buahan dan sayuran hijau, maka mustahil untuk mengajarkan terrain model tanpa mengajarkan makanan yang benar yang sesuai dengan fisiologi kita.
  2. Terrain Theory diperluas dan disempurnakan selama -/+ 200 tahun melalui karya para ahli Natural Hygiene dan Studi Life Science. Dalam pengamatan mereka, para ahli Natural Hygiene melihat bahwa penyakit akan berkembang & terbangun (sistemik) atas penyakit yang satu dengan lainnya ketika semakin menyimpang dari pola makan alami manusia dan kondisi tsb akan BERBALIK ARAH ketika penyebabnya (pola makan dan racun lingkungan) telah dihilangkan.
  3. Terrain model (Natural Hygiene/Life Science) dimulai dari TERRAIN THEORY Antoine Bechamp serta orang-orang sezamannya, dengan penemuan PLEOMORPHISM dan gagasan bahwa “kuman bukanlah apa-apa, medan (terrain) adalah segalanya”.
  4. Terrain model mencakup SEMUA ILMU terkait hukum alam (the law of nature), yang merupakan kumpulan ilmu yang membuktikan teori asli Bechamp adalah benar. Ini termasuk ANATOMI, FISIOLOGI, BIOLOGI SELULER, PROSES DETOKSIFIKASI, studi tentang PROSES SELULER, dan FUNGSI PENYEMBUHAN DIRI pada TUBUH.
  5. Karena modelnya didasarkan pada penciptaan fungsi normal untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat, maka terrain model berfokus pada bagaimana fungsi tubuh dan apa persyaratan agar tubuh berfungsi secara normal. PERTAMA dan terpenting adalah makanan alami manusia, yang menyediakan bahan untuk membangun setiap sel dalam tubuh manusia. KEDUA, adalah faktor eksternal seperti udara segar, air bersih, istirahat, tidur, tingkat stres, pekerjaan, dan sejumlah kondisi lain, yang semuanya memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap kesehatan dibandingkan dengan makan 3x sehari kita.
  6. Faktor eksternal bisa memiliki efek pada medan internal (terrain) kita, tetapi efek itu secara umum lebih ringan daripada efek dari diet atau pola makan kita sehari-hari. Kita bisa memperbaiki setiap faktor eksternal tetapi jika kita makan makanan yang salah, makanan yang tidak sesuai dengan fisiologi kita, maka medan/terrain kita akan semakin kotor dan semakin harus membersihkan diri. Sebaliknya, mereka yang makan makanan yang benar, tetapi tidak punya kendali atas paparan faktor eksternal, tetap sehat dan bahkan sembuh dengan cepat dari kondisi penyakit kronis hanya melalui perubahan pola makan. Jadi, ya, faktor eksternal secara umum memiliki pengaruh lebih kecil pada kesejahteraan secara keseluruhan, dibandingkan oleh makanan yang salah yang dimakan setiap hari, 3x sehari.
  7. Hampir semua kondisi penyakit diciptakan olah kebiasaan makan di luar parameter normal yang dirancang untuk dijalankan oleh tubuh. Apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita 3x sehari lah yang menciptakan kondisi internal itu, dan menentukan apakah kita memiliki medan (terrain) yang kotor atau medan (terrain) yang bersih.
  8. Fisiologi manusia tidak berubah. Tidak peduli berapa banyak manusia menyalahgunakan tubuh mereka. Tidak ada manusia yang pernah berevolusi, dan tidak ada perubahan yang tercatat dalam anatomi atau fisiologi manusia. Meskipun sebagian besar penduduk dunia memakan daging SEBAGAI bagian dari makanan mereka, kita masih belum memiliki perubahan anatomi untuk mendukung kebiasaan carnivora pada manusia.
  9. Agar tidak salah dalam memahami terrain model, kami sarankan untuk banyak luangkan waktu untuk membaca file-file yang disediakan.
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)